Ketekunan Adalah Kekuatanmu
Apa yang kamu raih sekarang adalah hasil dari usaha – usaha kecil yang kamu lakukan terus – menerus. Keberhasilan bukan sesuatu yang turun begitu saja. Bia kita yakin pada tujuan dan jalan kita, maka kita harus memliki ketekunan untuk tetap berusaha.
Bayarlah Sewa Anda Di Bumi
Coba ibaratkan hidup di dunia seperti kost atau menginap di hotel, berapa yang seharusnya sudah kita bayar kepada-Nya sebagai pemilik tempat kita tinggal? Belum lagi jika ditambah fasilitas udara gratis, air hujan, pemandangan alami berupa langit dan bintang gemintang di langit.
Saya Seorang Remaja
Remaja menurut banyak orang merupakan masa yang paling indah. Namun dibalik keindahan masa remaja terdapat suatu kekhawatiran yang luar biasa. Karena masa remaja merupakan masa peralihan menuju masa kematangan, dari masa kanak-kanak menuju masa dewasa.
7 Cara Atasi Rasa Malu
Sifat pemalu biasanya membuat seseorang kehilangan kesempatan, kurang mendapat kesenangan dan terkucil dari hubungan sosial. Sifat pemalu dapat membawa banyak kerugian.
Ilmu Tentang Cinta
Tulisan ini terinspirasi dari kesadaran saya akan setiap maha karya kreatifitas manusia di dunia, dari mulai lagu, mitos dan dongeng, hingga berbagai kreasi lukisan, pahatan serta arsitektur.
Mawar Untuk Ibu
Memberi Tanpa Pertimbangan
Ketekunan Adalah Kekuatanmu
Paku
Berlayarlah Menuju Pantai Impian
Batu Besar
Bagaimana Kita Mampu Kuat Bekerja
Orang Yang Menghalangi Kita
Dari pencaharian ke gaya hidup
saya terinspirasi untuk membawanya lebih jauh lagi.
Bukan, bukan semata-mata mengeruk lebih banyak
keuntungan. Tapi sebaliknya, memperlebar sayap kesuksesan
dari keuangan ke aspek-aspek lain di dalam hidup ini.
Untuk itu, saya tahu saya perlu mengubah gaya hidup.
Kebanyakan dari kita memiliki impian tentang gaya hidup
ideal. Mungkin Anda suka jalan-jalan atau berkeliling
dunia. Atau mungkin Anda berharap punya lebih banyak waktu
mengembangkan sisi spiritual Anda. Atau menjadi seorang
sukarelawan untuk organisasi favorit.
Masalahnya, 99 persen orang merasa beban yang berat begitu
memikirkannya. Masih jauh jalan yang harus ditempuh dan
rintangan yang harus dilalui.
Alhasil mereka pasrah dan tenggelam dengan kesibukan
sehari-hari. Dari bulan ke bulan dan tahun ke tahun.
Kabar baiknya, yang namanya impian tidak harus diraih dalam
semalam. Dan sesungguhnya tidaklah sulit sama sekali untuk
terus memotivasi Anda meraih cita-cita.
Anda bisa memulai dengan sesuatu yang kecil.
Salah satu impian saya adalah memiliki hubungan yang lebih
berkualitas dengan pasangan.
Apa yang saya lakukan selanjutnya mungkin tidak membuat
Anda kagum, tapi ini adalah perubahan yang cukup besar
bagi saya saat itu.
Saya hanya memutuskan untuk membawanya makan malam bersama
dan mencoba menu-menu baru di luar rumah setiap minggu. Ini
diikuti dengan menonton film bioskop.
Klise memang... dan juga terjangkau. Tapi Anda mungkin
tidak percaya efeknya pada hubungan kami. Setidaknya itu
permulaan ke arah yang lebih baik.
Anda berlibur sekali setahun? Cobalah tambahkan liburan
kecil tahun ini.
Menambah sedikit ekstra akan menginspirasi dan memotivasi
Anda untuk terus maju dan berusaha, apapun yang harus
Anda lakukan.
Sisihkan sebagian kecil tabungan untuk menciptakan gaya
hidup.
Traktir diri Anda sendiri dan orang-orang terdekat. Tiada
yang bisa menggantikan pengalaman langsung, walaupun hanya
segelintir dari gaya hidup impian Anda.
Anda mungkin terkejut impian Anda tidaklah sesulit yang
Anda kira.
Perubahan kecil ini memicu semangat untuk meraih sukses
yang lebih tinggi. Dan semakin besar kesuksesan, semakin
banyak pula yang bisa Anda nikmati.
Bandingkan dengan individu yang terlalu sibuk dengan
kegiatan sehari-hari. Ia kehilangan arah. Ia lupa impian
yang ingin dicapainya.
Tanpa semangat dan pengalaman yang kaya, ia patah
semangat. Ia frustrasi. Ia tidak menikmati hidup.
Jalan mana yang Anda pilih?
Sukses selalu,
Hendry
Founder Bejana.com
Akademi Bisnis Online
NB. Sedikit tips tambahan. Alih-alih masuk ke ruang
bioskop, menonton tanpa bersemangat dan keluar dua jam
kemudian hanya membuang waktu (dan menumpuk lebih banyak
stres)... bagaimana jika mengubah pendekatan?
Butuh dana 50 juta dolar atau lebih untuk membuat film
yang baik, namun hanya perlu 25 ribu sampai 100 ribu untuk
menontonnya. Coba perhatikan detilnya. Jangan kehilangan
satupun.
Jika Anda tidak menikmati film, carilah hal lain. Anda
tidak sedang menjalankan gaya hidup kebanyakan, tapi gaya
hidup Anda sendiri.
Singkirkan Prasangka
Kata - Kata Motivasi Penyemangat Diri
Jika...
Penjelasan: Banyak orang bekerja hanya rutinitas, tak tampak bergairah saat melakukannya. Saya dan Anda pun pasti sepakat bahwa orang semacam ini pasti menjadi orang rata-rata bahkan bisa dibawah rata-rata.
Supaya Anda menikmatidan mencintai pekerjaan Anda, cobalah sebutkan 5 alasan mendasar mengapa Anda memilih pekerjaan itu? Selanjutnya, sebutkan hal-hal positif yang bisa Anda terima bila Anda menjadiahli di pekerjaan Anda? Terakhir, sebutkan hal-hal negatif yang akan menimpa Anda jika Anda tidak melakukan yang terbaik dalam pekerjaan Anda.
Jangan berharap memperoleh sesuatu yang terbaik bila Anda tak pernah melakukan yang terbaik…
2. Jika Anda tak bisa tersenyum, jangan membuka toko (PepatahCina)
Penjelasan: Sesuatu yang sederhana dan gratis tapi berdampak luas adalah senyum. Ada yang berkata, “Bagaimana tersenyum, lha wong lagisusah.” Jawabku, “Tersenyumlah maka susahnya akan berkurang bahkan bisa pergi.” Bukan bahagia yang membuat Anda tersenyum tapi tersenyum yang membuat Anda bahagia.
Senyum juga bentuk sedekah maka perbanyaklah tersenyum. Saat membuat foto KTP dan pasporpun saya tersenyum. Petugasnya bilang, “Pak, ini foto formal jangan tersenyum.” Saya jawab, “Ya, itulah formal hidupsaya, selalu tersenyum.”
Senyum akan membuat teman-teman Anda betah saat bersamaAnda. Senyum memancarkan energi kepada orang-orang di sekitarAnda. Senyum juga akan menghangatkan suasana…
Saya yakin, orang-orang yang mahal senyum bukan hanya tak layak membuka toko, dia juga tak layak memiliki teman banyak. Kasihan temannya, dicemberutin terus. bener ga? hehe
Ayo jangan tunda tersenyum, sekarang tersenyumlah… Ayo tersenyum. Lho, kok tulisan ini masih dibaca.. Ayo tersenyum… Nah, gitu dong..
InginSukses - Sukseskan Orang Lain
Andrew Carnegie, salah satu orang terkaya di dunia yang pernah ada, ditanya oleh seorang wartawan mengenai prinsip suksesnya. Beliau menjawab, “Gampang, untuk bisa menjadi kaya dan sukses terlebih dahulu Anda harus membuat karyawan kaya dan sukses!”Itulah mental sukses yang benar…
Bila kita hanya sibuk memperkaya diri dan hanya fokus pada diri sendiri tak bedanya kita dengan seorang bernama Qorun. Sibuk memperkaya diri, tak peduli dengan orang lain dan akhirnya hartanya ditenggelamkan oleh Sang Maha Kaya. Itulah sebabnya setiap temuan harta terpendam di bawah tanah sering disebut harta karun. (hihih)
Mungkin Anda sudah pernah mendengar cerita ini, cerita tentang seorang petani juara yang selalu memenangi kompetisi.Petani ini sudah beberapa kali selalu menang dalam kompetisi hasil panen terbaik. Suatu saat seorang wartawan merekam kehidupan sehari-harinya, dari situ diketahui kebiasaan petani ini adalah memberikan bibit terbaik yang ia miliki kepada petani yang lain.
“Kenapa Anda memberikan bibit terbaik kepada petani yang lain? Bukankankah mereka adalah pesaing Anda?” tanya sang wartawan. Petani itu menjawab, “Benar, saya memberikan bibit terbaik kepada para petani agar mereka menanam dengan benih terbaik. Ketika mereka menanam dengan benih terbaik dan ketika serbuk sarinya tertiup angin dan menempel di tanaman saya maka saya memperoleh hasil yang terbaik pula.”
“Tetapi bila saya menyimpan benih yang saya punya dan membiarkan petani lain menanam dengan benih yang tidak berkualitas dan akhirnya serbuksarinya terbang mengenai tanaman saya maka saya akan memperoleh hasilpanen yang mengecewakan,” tambahnya.
Nah, Andainginsukses?Ingat-ingat kuncinya: “Sukseskanlah orang lain!”
Hadirkan Buaya Dalam Hidup Anda
Raja yang dikenal bijaksana ini akhirnya membuat sayembara. “Wahai para pemuda, siapa yang mau menjadi menantuku berkumpulah pada tanggal 9 bulan 8 di sungai depan istana.”
Pada hari yang telah ditentukan, ratusan pemuda yang ingin mempersunting puteri raja berkumpul dengan penuh semangat dan gairah. Saat yang raja muncul beserta puterinya semua hadirin berdiri dan bertepuk tangan.
Sang rajapun membuka sambutan dengan mengatakan, “Wahai para pemuda di seberang sungai sana, hari ini saya akan menentukan siapa yang berhak menjadi menantuku. Caranya, berenanglah menyeberangi sungai di depan kalian dan siapa yang sampai di seberang sini kemudian bersalaman denganku dialah yang berhak menjadi menantuku.”
Para pemuda segera bersiap berenang menyeberangi sungai. Tiba-tiba, sambil membalikkan tubuhnya sang raja melemparkan daging ke sungai, ternyata puluhan buaya muncul dan memperebutkan daging itu.
“Ayo siapa yang mau menjadi menantuku, berenanglah!” ujar sang Raja.
Ditunggu beberapa menit tak ada yang berenang. Karena tak ada tanda-tanda akan ada yang berenang sang raja berkata lebih lantang, “Ayo siapa yang mau menjadi menantuku berenanglah!”
Setelah hening beberapa saat, tiba-tiba seorang pemuda melompat ke dalam sungai itu. Semua orang melihat pemuda itu berjuang mati-matian menghindari buaya. Kadang ia berlari di atas tubuh buaya, kadang ia berenang, kadang ia menyelam. Dan akhirnya pemuda itu berhasil menyeberangi sungai itu.
Sang raja langsung mendatangi pemuda gagah berani itu dan menyalaminya sambil bekata, “Selamat! Kamu berhak menjadi menantuku, sebelum aku pertemukan dengan puteriku, adakah sesuatu yang akan kamu katakan?”
Sambil terengah-engah pemuda itu menghadap ke arah para pemuda di seberang sungai sambil berteriak, “Hai para pemuda di seberang sungai sana! Siapa yang tadi mendorong saya ke sungai!?”
Insan SuksesMulia, terkadang kita perlu “diceburkan” oleh orang lain untuk mengerjakan pekerjaan-pekerjaan yang penuh dengan tantangan (buaya). Karenanya, jangan pernah menolak bila Anda diberi tugas yang menantang oleh atasan Anda atau klien Anda.
Akan lebih baik lagi bila Anda sendiri yang secara berkala mengundang “buaya” (tantangan) dalam hidup Anda. Bila hal ini Anda lakukan, hidup Anda akan penuh warna dan kehidupan bak istana beserta permaisuri ayu serta berbagai layanan kelas satu menanti Anda.
Ayo “buaya” apa yang akan Anda hadirkan selama tiga bulan kedepan?
Aku Malu
Sedikit = banyak ?
Setiap bulan, saya akan meninjau kegiatan dan jadwal
mingguan serta bulanan. Untuk masing-masing kegiatan,
ia harus lolos seleksi melalui filter sebelum ditempatkan
kembali ke dalam kalender jadwal.
Filter ini bukan sesuatu yang rumit. Malahan sangat
mudah. Hanya terdiri dari satu pertanyaan:
"Apakah kegiatan ini bisa dihilangkan?"
Benar. Karena kesibukan sehari-hari, semua orang selalu
menambah tugas dan aktivitas ke dalam jadwal mereka. Namun
tidak pernah menghilangkannya.
Tak heran jika mereka menjadi sibuk tak menentu.
Tak heran waktu pribadi mereka semakin berkurang.
Sudah menjadi kebiasaan kita pula untuk selalu
mempertimbangkan permintaan dari teman, keluarga atau
rekan kerja.
Mungkin Kita sering melihat hal-hal baru dan ingin
mencobanya?
Mungkin kehidupan sosial Kita dipenuhi terlalu banyak
acara?
Tanpa pengendalian, semuanya akan menjadi tumpukan
kekacauan yang menyita perhatian dan waktu Kita. Tanpa
disadari, banyak orang terjebak dan akhirnya tidak
menyelesaikan hal-hal yang lebih penting dalam hidup.
Tidak ada gunanya menyesal. Apa yang sudah lewat, telah
berlalu.
Tapi Kita bisa menambah kebiasaan untuk "menyederhanakan"
hidup.
Dewasa ini, untuk setiap kegiatan yang ingin saya
jalankan, saya akan membuang kegiatan usang lain yang
kurang bermakna.
Untuk setiap hal yang ingin saya perhatikan dengan serius,
harus ada yang dikorbankan.
Jika tidak ada yang bisa ditiadakan, kegiatan baru tersebut
harus diabaikan.
Alhasil, daftar jadwal saya dipenuhi kegiatan dalam
prioritas tertinggi.
Kebiasaan baru ini membuat kegiatan yang ada lebih
berarti. Ia "memaksa" Kita mendaftar ulang prioritas
secara berkala.
Ingatlah, tidak peduli apa yang Kita lakukan, tidak ada
yang mampu mengiyakan semua yang ada dalam hidup.
Prioritas adalah kunci kebahagiaan.
Sedikit sering kali berarti banyak.
Cobalah, saya yakin Kita akan menyukainya. :-)
Awal yang Baru
bisa mengubah arah dalam sekejap."
Coba baca kutipan di atas sekali lagi karena sangat
penting.
Banyak orang menyesali hidup mereka.
Seandainya saya sedikit lebih cerdas...
Seandainya saya keturunan orang kaya...
Seandainya saya bisa berbahasa Jepang...
Dan ribuan perandaian yang lain. Saya yakin kita semua mengenal
beberapa orang seperti itu.
Mereka tidak sabar. Mereka menginginkan hasil secepat
mungkin.
Anehnya, orang yang sama tidak mengerti makna waktu. Mereka
membuang-buang waktu. Mereka menolak berbuat apa-apa.
Padahal... semakin lama mereka terbuai dalam fantasi,
semakin lama pula mereka harus menunggu sebelum menikmati
tujuan yang mereka idam-idamkan.
Tidak ada orang yang bisa mengubah kondisi saat ini. Kita
tidak bisa mengubah lokasi Kita saat ini. Jika Kitasedang
berada di Jakarta, Kita tidak bisa sampai ke Bandung dalam
satu detik.
Namun, Kita bisa mengubah arah kapan pun...
Cari jalan tol terdekat. Putar balik motor. Naik ke bus
dengan tujuan yang benar.
Lalu dalam sekitar 2 jam, Anda akan tiba di Bandung.
Ingatlah, tidak peduli bagaimana posisi Kita, tidak ada
yang bisa mengubahnya dalam sesaat. Tapi Kita selalu bisa
mengubah arah dan bergerak lebih dekat ke tujuan Kita
dalam sekejap.
Banyak orang menunggu tahun baru untuk menentukan arah
hidup. Tidak ada aturan yang mengharuskan Kita berbuat
demikian.
Kita selalu bisa memiliki permulaan yang baru.
Mulailah sekarang juga. Makin cepat, makin baik.
Hargai Setiap Kesempatan
kerjakan, dan Anda tidak pernah harus bekerja sehari pun
seumur hidup Anda."
Nasihat yang bagus, namun tidak sepenuhnya benar. Tidak
untuk setiap orang.
Bagaimana dengan seseorang yang kurang beruntung dan
terpaksa harus bekerja apa pun agar dapur tetap mengepul?
Adakah jalan menuju sukses bagi orang-orang yang berada
dalam posisi seperti itu? Apakah strategi sukses bagi
orang yang memulai dari nol, bahkan negatif?
Kuncinya terletak pada topik hari ini, yaitu: "Hargailah
setiap kesempatan."
Kita mungkin tidak bisa memilih saat ini. Kita tidak
mencintai apa yang Kita kerjakan, tapi tidak banyak yang
bisa Kita perbuat.
Tapi bagaimanapun, bukan berarti Kita harus
menyerah. Alih-alih berpikir Kita terperangkap di dalam
situasi ini, hargailah kesempatan yang Kita miliki
sekarang.
Kesempatan membangun hidup, masa depan, kesehatan,
kesuksesan dan kesejahteraan. Anda tidak suka mengetuk
pintu? Setidaknya cintailah kesempatan yang ada di balik
pintu itu.
Seseorang pernah bertanya, "Pekerjaan saya memasukkan
lembaran demi lembaran data ke komputer. Benarkah saya
harus menyukainya?"
Tidak. Namun jika ini kesempatan pertama Kita untuk mendaki
tangga kesuksesan, Kita akan bilang, "Saya senang seseorang
memberikan saya kesempatan ini. Saya akan mengerjakannya
dengan baik dan sepenuh hati. Ini hanya batu loncatan dan
saya tidak akan lama di sini."
Kenyataannya, dalam kehidupan setiap orang... peluang
datang silih berganti. Jika Kita melihat posisi Kita hanya
sebagai salah satu titik dalam deretan kesempatan yang ada,
Kita akan mulai menumbuhkan kepercayaan diri.
Kita akan beralih dari seorang yang skeptis menjadi yakin
dan percaya.
Setiap interaksi yang Kita lakukan bisa membuka peluang
yang tak terkirakan sebelumnya. Tak terbatas apa yang akan
terjadi di masa yang akan datang. Mungkin Kita akan bertemu
pasangan hidup. Mungkin seorang teman baik. Mungkin seorang
rekan usaha untuk tahun-tahun berikutnya.
Masalahnya, banyak orang yang tidak siap ketika kesempatan
berikutnya datang.
Banyak yang bahkan tidak bergeming saat peluang itu datang
mengetuk pintu mereka.
Apakah Kita sudah mempersiapkan diri dengan baik dan
bergerak begitu kesempatan itu muncul?
Pemberani yang Penakut
yang penakut di sekitar kita.
Pemberani itu bisa muncul dalam wujud yang berbeda-beda.
Mungkin dalam seorang berbadan tegap, atletis dan
kelihatannya berani menghadapi tantangan fisik apa pun...
Atau dalam seorang berjiwa petualang yang menjelajah hutan,
mendaki bukit dan gunung tertinggi...
Atau bahkan seorang berpendidikan tinggi yang seolah-olah
mengetahui semuanya...
Semua individu di atas, dan banyak lagi, tampil seperti
pemberani. Tapi tak jarang mereka juga seorang penakut.
Banyak dari mereka yang mengeluh tidak adanya kesempatan
besar yang datang.
Pekerjaan yang membosankan. Keadaan ekonomi yang
sulit. Cobaan yang datang silih berganti. Bencana alam
semakin sering terjadi. Pasangan yang tak berusaha
mengerti. Biaya kebutuhan anak-anak yang meningkat...
...dan banyak lagi.
Alih-alih melakukan sesuatu tentangnya, mereka mengeluh.
Alih-alih mencari solusi, mereka meratapi nasib.
Alih-alih mengambil tanggung jawab, mereka menyalahkan
orang lain dan keadaan di sekitar.
Alih-alih membekali diri dengan pengetahuan, mereka
berasumsi telah mengetahui semuanya.
Alih-alih mencari cara memotivasi diri, mereka duduk
bermalas-malasan. (Bahkan hanya untuk membaca email
motivasi ini.)
Alih-alih melihat kesempatan sekecil apa pun dan
memanfaatkannya, mereka mencari alasan mengapa itu bukan
peluang yang baik.
Banyak orang yang menganggap dunia ini berhutang
padanya. Mereka berpikir sukses harus datang kepada mereka
tanpa berusaha.
Sesungguhnya, mereka adalah sosok penakut. Kekuatan
sesungguhnya tidak diukur berdasarkan besar fisik, tapi
merupakan sesuatu yang tak kasat mata... yang hanya bisa
diukur dari tindakan.
Berita baiknya, dengan alasan yang sama... hanya dengan
bertindak, Anda bisa memisahkan diri dari 80-90 persen
orang yang menolak melakukannya.
Ingatlah, penakut lebih memilih berdiam
diri. Peluang-peluang hidup terbesar melintas dan
meninggalkan mereka.
Pemberani yang sesungguhnya selalu mengambil setiap
kesempatan yang ada untuk bergerak mendekati impian mereka.
Pertanyaan inspirasi untuk hari ini: apa yang Anda lakukan
untuk menggapai tujuan hidup Anda? Apakah Anda bergerak
mendekati atau menjauhinya?


















