Hidup adalah Apa yang Kamu Jalani Hari Ini

Kemarin adalah Pelajaran dan Esok Adalah Sebuah Harapan.

Categories

Ketekunan Adalah Kekuatanmu

Apa yang kamu raih sekarang adalah hasil dari usaha – usaha kecil yang kamu lakukan terus – menerus. Keberhasilan bukan sesuatu yang turun begitu saja. Bia kita yakin pada tujuan dan jalan kita, maka kita harus memliki ketekunan untuk tetap berusaha.

Bayarlah Sewa Anda Di Bumi

Coba ibaratkan hidup di dunia seperti kost atau menginap di hotel, berapa yang seharusnya sudah kita bayar kepada-Nya sebagai pemilik tempat kita tinggal? Belum lagi jika ditambah fasilitas udara gratis, air hujan, pemandangan alami berupa langit dan bintang gemintang di langit.

Saya Seorang Remaja

Remaja menurut banyak orang merupakan masa yang paling indah. Namun dibalik keindahan masa remaja terdapat suatu kekhawatiran yang luar biasa. Karena masa remaja merupakan masa peralihan menuju masa kematangan, dari masa kanak-kanak menuju masa dewasa.

7 Cara Atasi Rasa Malu

Sifat pemalu biasanya membuat seseorang kehilangan kesempatan, kurang mendapat kesenangan dan terkucil dari hubungan sosial. Sifat pemalu dapat membawa banyak kerugian.

Ilmu Tentang Cinta

Tulisan ini terinspirasi dari kesadaran saya akan setiap maha karya kreatifitas manusia di dunia, dari mulai lagu, mitos dan dongeng, hingga berbagai kreasi lukisan, pahatan serta arsitektur.

Tampilkan postingan dengan label Motivasi. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Motivasi. Tampilkan semua postingan

Mawar Untuk Ibu

Seorang pria berhenti di toko bunga untuk memesan seikat bunga yang akan dipaketkan pada sang ibu yang tinggal sejauh 250 KM darinya. Begitu keluar dari mobilnya, ia melihat seorang gadis kecil berdiri di trotoar jalan sambil menangis tersedu – sedu. Pria itu menanyainya kenapa dan di jawab oleh gadis kecil itu. “Saya ingin membeli setangkai bunga mawar merah untuk ibu saya. Tapi saya Cuma punya uang lima ratus saja. Sedangkan harga mawar itu seribu.”

Pria itu tersenyum dan berkata. “Ayo ikut, aku akan membelikanmu bunga yang kau mau.” Kemudian membelikan gadis kecil itu setangkai mawar merah sekaligus memsankan karangan bunga untuk dikirmkan ke ibunya.

Ketika selesai dan hendak pulang, ia menawarkan diri untuk mengantar gadis kecil itu pulang kerumahnya. Gadis itu melonjak gembira, katanya. “Ya tentu saja. Maukah anda mengantarkan ke tempat Ibu saya?”

Kemudian mereka berdua menuju tempat yang ditunjukkan gadis kecil itu, yaitu pemakaman umum. Dimana lalu gadis kecil itu meletakkan bunganya pada sebuah kuburan yang masih basah.

Melihat hal ini, hati pria itu menjadi terenyuh dan teringat sesuatu. Bergegas, ia kembali menuju took bunga tadi dan membatalkan kirimannay. Ia mengganti karangan bunga yang dipesannya dan mengendarai sendiri kendaraannya sejauh 250 KM menuju rumah ibunya.

Memberi Tanpa Pertimbangan

Cobalah untuk mengawali suatu hari mu dengan niat untuk memberi. Mulailah dengan sesuatu yang kecil yang tak terlalu berharga di matamu. Mulailah dari uang receh. Kumpulkan beberapa receh yang mungkin tercecer di sana – sini. Hanya untuk satu tujuan di berikan. Apakah kamu sedang berada di bis kota yang panas, lalu dating pengamen bernyanyi memekakkan telinga. Atau, kamu sedang berada dalam mobil ber- ac yang sejuk, lalu sepasang tangan kecil mengetuk meminta – minta. Tak peduli bagaimana pendapatmu tentang kemalasan, kemiskinan dan lain sebaginya. Tak perlu banyak piker, segera berikan satu dua keping pada pada mereka.

Barangkali ada rasa enggan dan kesal. Tekanlah perasaan itu seiring dengan pemberianmu. Bukankah, tak seorangpun ingin memurukkan dirinya menjadi pengemis. Ingat, kali ini kamu hanya sedang “BERLATIH” member; mengulurkan tangan dengan julah yang tak berarti? Rasakan saja, kini sesuatu mengalir dari dalam diri melalu telapak tanganmu. Sesuatu itu bernama kasing saying.

Member tanpa pertimbangan bagai menyingkirkan batu penghambat arus sungai. Arus sungai adalah rasa kasih dari dalam diri. Sedangkan batu adalah kepentingan yang berpusat pada diri sendiri. Sesungguhnya, bukan receh atau berlian yang kamu berikan. Kemurahan itu tidak terletak di tangan melainkan di hati.

Ketekunan Adalah Kekuatanmu

Apa yang kamu raih sekarang adalah hasil dari usaha – usaha kecil yang kamu lakukan terus – menerus. Keberhasilan bukan sesuatu yang turun begitu saja. Bia kita yakin pada tujuan dan jalan kita, maka kita harus memliki ketekunan untuk tetap berusaha. Ketekunan adalah kemampuan kita untuk tetap berusaha. Ketekunan adalah kemampuan kita untuk bertahan di tengah tekanan dan kesulitan .

Kita harus tetap mengambil langkah selanjutnya. Jangan hanya berhenti di langkah pertama. Memang semakin jauh kita berjalan, semakin banyak rintangan yang menghadang. Bayangkan, anda saja kemarin kita berhenti, maka kita tidak berada di sini sekarang. Setiap langkah menaikkan nilai diri kita. Apapun yang kita lakukan, jangan sampai kehilangan ketekunan kita. Karena ketekunan adalah daya tahan kita.

Pepatah mengatakan bahwa ribuan kilometer langkah di mulai dengan satu langkah. Sebuah langkah besar sebenarnya terdiri dari banyak langkah – langkah kecil. Dan langkah pertama keberhasilan harus kita mulai dari rumah kita. Rukah kita yang paling baik adalah hati kita. Itulah sebaik – baiknya tempat untuk memulai dan untuk kembali. Karena itu mulailah kemajuan kita dengan memajukan hati kita, kemudian pikiran kita dan usaha – usaha kita. Ketekunan hadir bila apa yang kita lakukan benar – benar berasal dari hati kita.

Paku

Suatu ketika, ada seorang anak laki – laki yang bersifat pemarah. Untuk mengurangi kebiasaan marah sang anak, ayahnya memberikan sekantung paku dan mengatakan pada anak itu untuk memakukan sebuah paku di pagar belakang setiap kali dia marah….

Hari pertama anak itu telah memakukan 48 paku ke pagar setiap kali dia marah…. Lalu secara bertahap jumlah itu berkurang. Dia mendapati bahwa ternyata lebih mudah menahan amarahnya daripada memakukan paku kepagar.

Akhirnya tibalah hari dimana anak tersebut merasa sama sekali bisa mengendalikan amarahnya dan tidak cepat kehilangan kesabarannya. Dia memberitahukan hal ini kepada ayahnya, yang kemudian mengusulkan agar dia mencabut satu persatu paku untuk setiap hari di mana dia tidak marah.

Hari – hari berlalu dan anak laki –laki itu akhirnya memberitahu ayahnya bahwa semua paku itu telah tercabut olehnya. Lalu sang ayah menuntun anaknya ke pagar. “Hmmm, kamu telah berhasil dengan baik anakku, tapi, lihatlah lubang – lubang dip agar ini. Pagar ini tidak pernah bisa sama seperti sebelumnya. “Ketika kamu mengatakan sesuatu dalam kemarahan, kata 0 katamu meninggalkan bekas seprti luang ini di hati orang lain.
Kamu dapat menusukkan pisau pada seseorang, lali mencabut pisau itu..tapi tidak peduli beberapa kali kamu minta maaf, luka itu akan tetap ada……dan luka karena kata – kata adalah sama buruknya dengan luka fisik….”

Berlayarlah Menuju Pantai Impian

Kita adalah perahu kokoh yang sanggup menahan beban, terbuat dari kayu terbaik, dengan layah gagh menantang angin. Kesejatian kita adalah berlayar mengarungi samudra, menembus badai dan menemukan pantai harapan. Sehebat apapun perahu diciptakan, tak ada gunanya bila hanya tertambat di dermaga. Dermaga adalah masa lalu kita, tali penambat itu adalah ketakutan dan penyesalan kita. Jangan buang percuma seluruh daya kekuatan yang dianugerahkan pada kita. Jangan biarkan masa lalu menambat kita di situ. Lepaskan diri kita dari ketakutan dan penyesalan. Berlayalah. Bekerjalah.

Yang memisahkan perahu dengan pantai harapan adalah topan badai, gelombang dan batu karang. Yang memisahkan kita dengan keberhasilan adalah masalah yang menantang. Di situlah tanda kesejatian teruji. Hakikatnya perahu adalah berlayar menembus segala rintangan. Hakikat diri kita adalah berkarya menemukan kebahagiaan.

Batu Besar

Suatu hari seorang dosen sedang member kuliah tentang manajemen waktu pada para mahasiswa MBA. Dengan penuh semangat ia berdiri di depan kelas dan berkata. “Okay, Sekarang waktunya untuk quiz, kemudian ia mengeluarkan sebuah ember kosong dan meletakkannya di meja. Kemudian ia mengisi ember tersebut dengan batu sebesar sekepalan tangan. Mengisi terus hingga tidak ada lagi batu yang cukup untuk di masukkan ke dalam ember. Ia bertanya pada kelas, “Menurut kalian, apakah ember ini telah penuh?”

Semua mahasiswa serentak berkata, “Ya!”

Dosen bertanya kembali, “Sungguhkah demikian?”
Kemudian, dari dalam meja oa mengeluarkan sekantung kerikil kecil. Ia menuangkan kerikil – kerikil itu ke dalam ember lalu mengocok – ngocok ember itu sehingga kerikil – kerilik itu turun ke bawah mengikuti celah – celah kosong di antara batu – batu. Kemudian sekali lagi ia bertanya pada kelas. “Nah, apakah sekarang ember ini sudah penuh?”

Kali ini para mahasiswa terdiam. Seseorang menjawab, “Mungkin tidak.”

“Bagus Sekali.” Sahut dosen. Kemudian mengeluarkan sekantung pasir dan menuangkannya ke dalam ember. Pasir itu berjatuhan mengisi celah – celah kosong anta batu dan kerikil. Sekali lagi, bertanya pada kelas, “Baiklah, apakah sekarang ember ini sudah penuh?”

“Belum!” sahut seluruh kelas.

Sekali lagi ia berkata, “Bagus. Bagus sekali. Kemudian ia meraih sebotol air dan mulai menuangkan airnya ke dalam ember sampai ke bibir ember. Lalu ia menoleh ke kelas dan bertanya. “Tahukah kalian apa maksud ilustrasi ini?”

Seorang mahasiswa dengan semangat mengacungkan jari dan berkata, “Maksudnya adalah tak peduli seberapa padat jadwal, bila kita mau berusaha sekuat tenaga maka pasti kita bisa mengerjakannya.”

“Oh, bukan,” sahut dosen. “Bukan itu maksudnya. Kenyataan dari ilustrasi mengajarkan pada kita bahwa : bila kita tidak memasukkan “Batu Besar” terlebih dahulu, maka kita tidak akan bisa memasukkan semuanya.”

Apa yang dimaksud dengan “Batu Besar” dalam hidup kita? Anak – anak kita; Pasangan kita; Pendidikan kita;Hal – hal yang penting dalam hidup kita; Mengajarkan sesuatu pada orang lain; Melakukan pekerjaan yang kita cintai; Waktu untuk diri sendiri; Kesehatan kita; Teman kita; atau semua yang berharga?”

Ingatlah untuk selalu memasukkan “Batu Besar”pertama kali atau kita akan kehilangan semuanya. Bila kita mengisinya dengan hal – hal kecil (Semacam kerikil dan pasir ) maka kita akan penuh dengan hal – hal kecil yang merisaukan dan ini semestinya tidak perlu. Karena dengan demikian waktu yang sesungguhnya kita perlukan untuk hal – hal besar dan penting.

Oleh karena itu, setiap pagi atau malam, ketika akan merenungkan cerita pendek ini, tanyalah pada diri kita sendiri ; “Apakah “Batu Besar” dalam hidup saya?” Lalu kerjakan itu pertama kali.”

Bagaimana Kita Mampu Kuat Bekerja

Bagaimana seseorang tahan berjam – jam bekerja? Seorang tak mengenal lelah? Apa pula rahasia pekerja RIG lepas pantai yang meninggalkan anak istri bertarung dengan angin dan badai? Bagaimana juga dengan para ppetani, nelayan, kuli, sopir angkutan, pekerja berat yang tahan membanting tulang di tengah terik panas atau dingin malam? Kekuatan apa yang mendorong mereka begitu kuat secara fisik apat tangguh secara mental? Sedangkan di sudut sempit yang lain, banyak orang mengeluh karena persoalan yang tak lebih besar dari ujung kuku.

Kekuatan itu bernama cinta. Cinta yang melahirkan harapan dan pengabdian bagi kepada siapakh mereka mempersembahkan hasil kerja mereka kepada keluarga nun jauh disana; kepada masyarakat banyak yang membutuhkan karya mereka; kepada masa depan kehidupan sejahtera; atau kepada hati tempat cinta itu mengalir.

Bila kita berkeluh kesah hanya karena harus memperpanjag waktu kerja kita beberapa jam saja maka kenanglah punggung bungkuk seorang kakek yang menarik sampah kota ini. Beliau memliki sesuati yang ia cintai, yang kepadanya ia ulurkan kerja. Kepada beliau kita belajar tentang pengabdian atas nama cinta.

Orang Yang Menghalangi Kita

Bagaimana bila ada seseorang sedemikian menghalangi kita mencapai sukses? Bagaimana orang itu juga yang merintangi kita di setiap usaha? Bagaimana perasaan kita terhadap orang itu? Bagaimana kalau orang itu muncul sambil membawa segudang alas an untuk mneghalangi kita bertindak?

Bagaimana kalau ternyata orang itu adalah kita sendiri? Boleh jadi. Ada kemungkinan, diri sendiri adalah musuh terbesar kita dalam menghalangi sukses dan gemilang.

Pernahkah kita memergoki diri kita sendiri berkata. “Aku tidak mungkin melakukan itu….?” Tidakkan suara kecil itu juga yang selalu merintangi tujuan kita, dan membawa berjubel – jubel alas an bahwa ini – itu adalah mustahil?

Keterbatasan yang kita miliki memang meminta kita untuk membatasi diri. Tetapi keputusan tetap di tangan kita. Suara kecil itu silahkan bicara apa saja.

Relakan kita dipenjara oleh keterbatasan? Tentu tidak. Bayangkan apa yang dapat kita capai bila kita 100% mendukung diri kita sendiri.

Nah silahkan berhenti berkhayal, dan mulailah kehidupan.

Dari pencaharian ke gaya hidup

Ketika saya mulai mengecap kesuksesan di dunia online,
saya terinspirasi untuk membawanya lebih jauh lagi.

Bukan, bukan semata-mata mengeruk lebih banyak
keuntungan. Tapi sebaliknya, memperlebar sayap kesuksesan
dari keuangan ke aspek-aspek lain di dalam hidup ini.

Untuk itu, saya tahu saya perlu mengubah gaya hidup.

Kebanyakan dari kita memiliki impian tentang gaya hidup
ideal. Mungkin Anda suka jalan-jalan atau berkeliling
dunia. Atau mungkin Anda berharap punya lebih banyak waktu
mengembangkan sisi spiritual Anda. Atau menjadi seorang
sukarelawan untuk organisasi favorit.

Masalahnya, 99 persen orang merasa beban yang berat begitu
memikirkannya. Masih jauh jalan yang harus ditempuh dan
rintangan yang harus dilalui.

Alhasil mereka pasrah dan tenggelam dengan kesibukan
sehari-hari. Dari bulan ke bulan dan tahun ke tahun.

Kabar baiknya, yang namanya impian tidak harus diraih dalam
semalam. Dan sesungguhnya tidaklah sulit sama sekali untuk
terus memotivasi Anda meraih cita-cita.

Anda bisa memulai dengan sesuatu yang kecil.

Salah satu impian saya adalah memiliki hubungan yang lebih
berkualitas dengan pasangan.

Apa yang saya lakukan selanjutnya mungkin tidak membuat
Anda kagum, tapi ini adalah perubahan yang cukup besar
bagi saya saat itu.

Saya hanya memutuskan untuk membawanya makan malam bersama
dan mencoba menu-menu baru di luar rumah setiap minggu. Ini
diikuti dengan menonton film bioskop.

Klise memang... dan juga terjangkau. Tapi Anda mungkin
tidak percaya efeknya pada hubungan kami. Setidaknya itu
permulaan ke arah yang lebih baik.

Anda berlibur sekali setahun? Cobalah tambahkan liburan
kecil tahun ini.

Menambah sedikit ekstra akan menginspirasi dan memotivasi
Anda untuk terus maju dan berusaha, apapun yang harus
Anda lakukan.

Sisihkan sebagian kecil tabungan untuk menciptakan gaya
hidup.

Traktir diri Anda sendiri dan orang-orang terdekat. Tiada
yang bisa menggantikan pengalaman langsung, walaupun hanya
segelintir dari gaya hidup impian Anda.

Anda mungkin terkejut impian Anda tidaklah sesulit yang
Anda kira.

Perubahan kecil ini memicu semangat untuk meraih sukses
yang lebih tinggi. Dan semakin besar kesuksesan, semakin
banyak pula yang bisa Anda nikmati.

Bandingkan dengan individu yang terlalu sibuk dengan
kegiatan sehari-hari. Ia kehilangan arah. Ia lupa impian
yang ingin dicapainya.

Tanpa semangat dan pengalaman yang kaya, ia patah
semangat. Ia frustrasi. Ia tidak menikmati hidup.

Jalan mana yang Anda pilih?

Sukses selalu,
Hendry
Founder Bejana.com
Akademi Bisnis Online

NB. Sedikit tips tambahan. Alih-alih masuk ke ruang
bioskop, menonton tanpa bersemangat dan keluar dua jam
kemudian hanya membuang waktu (dan menumpuk lebih banyak
stres)... bagaimana jika mengubah pendekatan?

Butuh dana 50 juta dolar atau lebih untuk membuat film
yang baik, namun hanya perlu 25 ribu sampai 100 ribu untuk
menontonnya. Coba perhatikan detilnya. Jangan kehilangan
satupun.

Jika Anda tidak menikmati film, carilah hal lain. Anda
tidak sedang menjalankan gaya hidup kebanyakan, tapi gaya
hidup Anda sendiri.

Singkirkan Prasangka

Ketika kita memandang suatu persoalan, tanggalkan prasangka – prasangka. Prasangka itu bagaikan sepatu yang nyaman dipakai namun tak dapat digunakan untuk berjalan. Ia memberikan jawaban sebelum kita mengetahui pertanyaanya. Dan, seburuk – buruknya jawaban adalah bila kita tak paham akan masalahnya. Biarkan fakta yang tampak di hadapan kita terima apa adanya. Jangan biarkan prasangka menyeret kita keujung jalan yang lain. Mungkin kita merasa aman dengan prasangka kita, namun sebenarnya ia berbahaya di waktu yang panjang. Bila kita telah mampu melepaskan prasangka, kita menemukan pandangan yang lebih jernih, keberanian untuk mengatasi masalah dan jalan yanglebih lebar. 


Bila kita mengenakan kacamata, maka yang melihat tetaplah mata kita. Bukan kacamata kita. Dalam keadaan yang sebenarnya terjadi adalah apa yang berda di balik kacamata. Bukan yang terpantul pada cermin kacamata kita. Demikian pula halnya dengan diri kita, yang sesungguhnya melihat adalah hati kita melalui mata kita. Prasangka itu adalah debu – debu pikiran yang mengaburkan pandangan hati sehingga kita tak mampu melihat yang baik. Usaplah prasangka sebagaimana kita menyingkirkan debu dari kacamata karena keinginan kita untuk melihat lebih jelas dan jernih lagi.

Kata - Kata Motivasi Penyemangat Diri

“JANGAN MENYERAH TERLALU CEPAT…..Kadang kala kita tidak sadar bahwa KESUKSESAN SUDAH DI DEPAN MATA”.

“Banyak orang memandang hidup ibarat sebuah roda….kadang kala berada di atas….kadang kala berada di bawah—sebenarnya jika kita memandang dari sudut lain…..HIDUP adalah sebuah REL KERETA….Dalam keadaaan seburuk  apapun ada hal-hal yang patut disyukuri , dan sebaliknya …..dalam keadaan sebaik apapun pasti ada hal-hal yang perlu di tingkatkan atau diperbaiki.”


“Berpikirlah  positif untuk setiap keadaaan, tidak ada masalah atau situasi yang membuat Anda benar-benar jatuh tersungkur….JIKA ANDA TAHU KAPAN HARUS BANGKIT.”

“kembalilah menjadi pribadi seorang BAYI yang selalu optimis dan percaya diri…..tidak perduli seberapa banyak Dia jatuh tersungkur…..tetapi kembali berdiri dan terus mencoba sampai Dia berhasil. Kita telah melewati tahap ini……bukan ? Dan kita bisa melakukannya lagi setiap saat—karena semangat itu ada dalam diri setiap orang.”

“Melakukan kesalahan adalah hal pembelajaran yang tidak perlu dihindari….tetapi melakukan kesalahan yang sama berulang kali adalah kebodohan yang harus dihindari.”

“Jadilah bijak, jangan mencoba untuk mengetahui seberapa dalamnya percobaan yang dapat menjerumuskan hidup saudara—jika memang bisa dihindari ….kenapa tidak.”

“Seribu langkah untuk maju dan berkembang—selalu diawali dengan SEBUAH LANGKAH BERANI untuk MENCOBA, Jangan tunda  !!!! apa yang dapat Anda lakukan saat ini…JUST DO IT.”

“Jangan menyesali kegagalan di masa lalu dan Jangan kuatir dengan tantangan di masa depan. Masa Kini….adalah sesuatu yang harus di semangati dan disyukuri untuk merubah masa lalu dan mempersiapkan masa depan.”

“KEBERANIAN…..bukan berarti tidak memiliki rasa takut, tetapi ada sesuatu yang jauh lebih penting dari rasa takut itu sendiri.”

“MOTIVASI….Bukan kekuatan melainkan hasrat yang mendorong kita untuk MAJU”

“BANGKIT dari KEGAGALAN adalah sebuah pilihan…..Anda dapat memandang kegagalan sebagai BAGIAN DARI HIDUP ANDA atau ANDA MELAKUKAN SERIBU CARA YANG BELUM BERHASIL.”

“Ada 2 Cara menjalani hidup ini. YANG PERTAMA berpikir bahwa tidak ada MUJIZAT dan YANG  KEDUA berpikir bahwa SEGALA SESUATU adalah  MUJIZAT.” Albert Einstein.

“KOMITMEN adalah Jika Anda telah MEMBUAT PILIHAN maka LAKUKANLAH DENGAN SEGENAP HATI, jangan biarkan kegalauan membuat Anda melihat ke belakang.”

“JIKA Anda berpikir MENANG maka Anda MENANG, Jika Anda berpikir KALAH maka Anda KALAH. TIDAK ADA YANG SALAH DENGAN PIKIRAN ANDA,  Anda adalah PRODUK dari PIKIRAN ANDA.”

“JANGAN Jadikan kesalahan atau kegagalan Anda sebagai peringatan bagi orang lain untuk tidak melakukan hal yang sama—oleh karena itu HINDARILAH MELAKUKAN KESALAHAN YANG SAMA BERULANG KALI.”

“KEYAKINAN memberikan Anda HARAPAN….HARAPAN memberikan Anda MOTIVASI….MOTIVASI membuat ANDA BERGERAK MENDEKATI SASARAN ANDA.”

“KESEMPATAN datang dalam hidup Anda berulang kali, tetapi KESEMPATAN YANG SAMA BESARNYA hanya datang SATU KALI—jadi  jangan pernah lewatkan KESEMPATAN yang DATANG, BERANIKAN diri Anda untuk menerimanya.”

“Setiap Masalah dan Tantangan datang silih berganti, tetapi masalah dan tantangan memiliki TENGANG WAKTU. Pada saatnya akan TUNTAS dengan sendirinya. Jadi jangan terlalu dipikirkan…terus bergerak maju jangan lihat kebelakang.”

“BATU KARANG yang KERAS lama kelamaan akan retak jika terus menerus terkikis oleh air laut, begitu pula dengan pekerjaan Kita…..Tidak ada yang terlalu sulit untuk dikerjakan, jika kita terus bertekun diri untuk belajar menyelesaikannya.”

“Kita tidak pernah tahu arti kata “MENANG” jika kita tidak pernah “KALAH”, begitu pula halnya dengan “SUKSES” tidak akan ada artinya jika kita tidak pernah “GAGAL”, oleh karena itu KALAH dan GAGAL adalah parameter untuk mengukur KEMENANGAN dan KESUKSESAN Anda.”

“Untuk Sukses….Kita harus mencari sesuatu yang dapat kita pegang dan percayai dengan kokoh, sesuatu yang tidak berhenti memberikan motivasi dan sesuatu yang dapat memberikan inspirasi. Baik itu impian, keluarga, karir atau apapun juga, jadikan semuanya itu sebagai sarana untuk menuju kesuksesan Anda.”

“JUARA tidak diciptakan di Gym, JUARA tidak diciptakan dari sesuatu hal….JUARA berasal dari dalam diri setiap pribadi—sebuah HASRAT, MIMPI dan VISI.” Muhammad Ali.

“KOMITMEN adalah……Lakukan segala arahan dan bimbingan dari atasan  selama hal tersebut dapat  bekerja untuk Anda atau lakukan segala arahan dan bimbingan dari atasan sampai hal tersebut bekerja untuk Anda.”

“JIka Kita mau merubah suatu NEGARA,maka ubahlah Masyarakat terlebih dahulu….jika kita mau merubah MASYARAKAT maka ubahlah keluarga terlebih dahulu dan Jika kita mau merubah KELUARGA maka RUBAHLAH DIRI SENDIRI terlebih dahulu. “

“PENGALAMAN adalah GURU YANG PALING BERHARGA….tidak ada jalan pintas untuk mendapatkanya….PENGALAMAN tidak memiliki nilai sehingga dapat dibeli dengan uang…HANYA KETEKUNAN dan BERANI BELAJAR dari KESALAHAN yang dapat membentuknya.”

“KEBERANIAN ….tidak selalu ditampilkan dengan tindakan hebat dan berkobar-kobar…..tetapi kadang kala hadir sebagai suara kecil  pada akhir suatu hari yang berat dengan berkata  “SAYA AKAN MENCOBA LAGI BESOK……”

“DISIPLIN….adalah JEMBATAN antara SASARAN dan PENCAPAIAN, jangan pernah meremehkan dan mengacuhkannya….jadikanlah disiplin menjadi kebiasaan hidup yang baik, niscaya Anda sudah mencapai 50% dari kesuksesan Anda.”

“Ukuran terbesar dari seorang PEMIMPIN bukan pada saat mereka berdiri pada zona nyaman dan stabil tetapi pada momen yang  penuh tantangan dan kontroversi.”

“BUKA MATAMU terhadap sekelilingmu”,”BUKA PIKIRANMU untuk hidup yang mengagumkan”,”BUKA HATIMU untuk orang-orang yang mencintaimu”,dan “SELALU JUJUR TERHADAP DIRI SENDIRI”.

“Berhenti  berpikir Anda tidak bisa melakukan sesuatu, dan mulailah berpikir Anda bisa. Penting bagi Anda untuk membuang kata-kata negatif dalam hidup Anda, khususnya untuk kata “TIDAK BISA”. Ketika Anda berpikir positif, maka Anda akan mulai meraih kesuksesan demi kesuksesan. Dan selalu diingat jika Anda membuang jauh-jauh pikiran negative maka PIKIRAN POSITIF akan menyelimuti Anda”


Jika...

1. Jika Anda mencintai pekerjaan yang Anda lakukan maka pekerjaan itu akan menunjukkan jalan kesuksesan bagi Anda.

Penjelasan: Banyak orang bekerja hanya rutinitas, tak tampak bergairah saat melakukannya. Saya dan Anda pun pasti sepakat bahwa orang semacam ini pasti menjadi orang rata-rata bahkan bisa dibawah rata-rata.

Supaya Anda menikmatidan mencintai pekerjaan Anda, cobalah sebutkan 5 alasan mendasar mengapa Anda memilih pekerjaan itu?  Selanjutnya, sebutkan hal-hal positif yang bisa Anda terima bila Anda menjadiahli di pekerjaan Anda? Terakhir, sebutkan hal-hal negatif yang akan menimpa Anda jika Anda tidak melakukan yang terbaik dalam pekerjaan Anda.

Jangan berharap memperoleh sesuatu yang terbaik bila Anda tak pernah melakukan yang terbaik…

2. Jika Anda tak bisa tersenyum, jangan membuka toko (PepatahCina)


Penjelasan: Sesuatu yang sederhana dan gratis tapi berdampak luas adalah senyum. Ada yang berkata, “Bagaimana tersenyum, lha wong lagisusah.” Jawabku, “Tersenyumlah maka susahnya akan berkurang bahkan bisa pergi.” Bukan bahagia yang membuat Anda tersenyum tapi tersenyum yang membuat Anda bahagia.

Senyum juga bentuk sedekah maka perbanyaklah tersenyum. Saat membuat foto KTP dan pasporpun saya tersenyum. Petugasnya bilang, “Pak, ini foto formal jangan tersenyum.” Saya jawab, “Ya, itulah formal hidupsaya, selalu tersenyum.”

Senyum akan membuat teman-teman Anda betah saat bersamaAnda. Senyum memancarkan energi kepada orang-orang di sekitarAnda. Senyum juga akan menghangatkan suasana…

Saya yakin, orang-orang yang mahal senyum bukan hanya tak layak membuka toko, dia juga tak layak memiliki teman banyak. Kasihan temannya, dicemberutin terus. bener ga? hehe

Ayo jangan tunda tersenyum, sekarang tersenyumlah… Ayo tersenyum. Lho, kok tulisan ini masih dibaca.. Ayo tersenyum… Nah, gitu dong..

InginSukses - Sukseskan Orang Lain

Banyak orang ingin sukses tetapi cara memperolehnya tidak mencerminkan orang yang ingin sukses. Apa cirinya? Orang ini sibuk dengan dirinya sendiri. Dia fokus pada dirinya, dia tidak memperhatikan orang-orang di sekitarnya. Padahal kuncinya, “Bila Anda ingin sukses maka sukseskanlah orang lain!”
Andrew Carnegie, salah satu orang terkaya di dunia yang pernah ada, ditanya oleh seorang wartawan mengenai prinsip suksesnya. Beliau menjawab, “Gampang, untuk bisa menjadi kaya dan sukses terlebih dahulu Anda harus membuat karyawan kaya dan sukses!”Itulah mental sukses yang benar…

Bila kita hanya sibuk memperkaya diri dan hanya fokus pada diri sendiri tak bedanya kita dengan seorang bernama Qorun. Sibuk memperkaya diri, tak peduli dengan orang lain dan akhirnya hartanya ditenggelamkan oleh Sang Maha Kaya. Itulah sebabnya setiap temuan harta terpendam di bawah tanah sering disebut harta karun. (hihih)
Mungkin Anda sudah pernah mendengar cerita ini, cerita tentang seorang petani juara yang selalu memenangi kompetisi.Petani ini sudah beberapa kali selalu menang dalam kompetisi hasil panen terbaik. Suatu saat seorang wartawan  merekam kehidupan sehari-harinya, dari situ diketahui kebiasaan petani ini adalah memberikan bibit terbaik yang ia miliki kepada petani yang lain.

“Kenapa Anda memberikan bibit terbaik kepada petani yang lain? Bukankankah mereka adalah pesaing Anda?” tanya sang wartawan. Petani itu menjawab, “Benar, saya memberikan bibit terbaik kepada para petani agar mereka menanam dengan benih terbaik. Ketika mereka menanam dengan benih terbaik dan ketika serbuk sarinya tertiup angin dan menempel di tanaman saya maka saya memperoleh hasil yang terbaik pula.”
“Tetapi bila saya menyimpan benih yang saya punya dan membiarkan petani lain menanam dengan benih yang tidak berkualitas dan akhirnya serbuksarinya terbang mengenai tanaman saya maka saya akan memperoleh hasilpanen yang mengecewakan,” tambahnya.

Nah, Andainginsukses?Ingat-ingat kuncinya: “Sukseskanlah orang lain!”

setuju??????

Hadirkan Buaya Dalam Hidup Anda

Dahulu kala ada seorang raja yang memiliki anak perempuan sangat jelita. Begitu cantik dan eloknya, putri raja ini menjadi rebutan para pangeran dan pemuda. Sang raja bingung menentukan siapa calon menantunya.
Raja yang dikenal bijaksana ini akhirnya membuat sayembara. “Wahai para pemuda, siapa yang mau menjadi menantuku berkumpulah pada tanggal 9 bulan 8 di sungai depan istana.”

Pada hari yang telah ditentukan, ratusan pemuda yang ingin mempersunting puteri raja berkumpul dengan penuh semangat dan gairah. Saat yang raja muncul beserta puterinya semua hadirin berdiri dan bertepuk tangan.
Sang rajapun membuka sambutan dengan mengatakan, “Wahai para pemuda di seberang sungai sana, hari ini saya akan menentukan siapa yang berhak menjadi menantuku. Caranya, berenanglah menyeberangi sungai di depan kalian dan siapa yang sampai di seberang sini kemudian bersalaman denganku dialah yang berhak menjadi menantuku.”
Para pemuda segera bersiap berenang menyeberangi sungai. Tiba-tiba, sambil membalikkan tubuhnya sang raja melemparkan daging ke sungai, ternyata puluhan buaya muncul dan memperebutkan daging itu.
“Ayo siapa yang mau menjadi menantuku, berenanglah!” ujar sang Raja.

Ditunggu beberapa menit tak ada yang berenang. Karena tak ada tanda-tanda akan ada yang berenang sang raja berkata lebih lantang, “Ayo siapa yang mau menjadi menantuku berenanglah!”
Setelah hening beberapa saat, tiba-tiba seorang pemuda melompat ke dalam sungai itu. Semua orang melihat pemuda itu berjuang mati-matian menghindari buaya. Kadang ia berlari di atas tubuh buaya, kadang ia berenang, kadang ia menyelam. Dan akhirnya pemuda itu berhasil menyeberangi sungai itu.

Sang raja langsung mendatangi pemuda gagah berani itu dan menyalaminya sambil bekata, “Selamat! Kamu berhak menjadi menantuku, sebelum aku pertemukan dengan puteriku, adakah sesuatu yang akan kamu katakan?”
Sambil terengah-engah pemuda itu menghadap ke arah para pemuda di seberang sungai sambil berteriak, “Hai para pemuda di seberang sungai sana! Siapa yang tadi mendorong saya ke sungai!?”
Insan SuksesMulia, terkadang kita perlu “diceburkan” oleh orang lain untuk mengerjakan pekerjaan-pekerjaan yang penuh dengan tantangan (buaya). Karenanya, jangan pernah menolak bila Anda diberi tugas yang menantang oleh atasan Anda atau klien Anda.

Akan lebih baik lagi bila Anda sendiri yang secara berkala mengundang “buaya” (tantangan) dalam hidup Anda. Bila hal ini Anda lakukan, hidup Anda akan penuh warna dan kehidupan bak istana beserta permaisuri ayu serta berbagai layanan kelas satu menanti Anda.
Ayo “buaya” apa yang akan Anda hadirkan selama tiga bulan kedepan?

Aku Malu

Pernahkah Anda memiliki hanya sedikit uang? Bila pernah, bagaimana perasaan Anda ketika itu? Apa yang Anda lakukan? Saya yakin perasaan Anda kurang nyaman, khawatir bila tiba-tiba ada kebutuhan mendadak. Pasti Anda juga sangat berhati-hati menggunakan uang yang ada.
Di saat yang sama, boleh jadi Anda berupaya bagaimana caranya agar uang yang sedikit itu bisa bertambah dan meningkat menjadi lebih banyak. Alasannya sederhana, karena Anda menginginkan kehidupan yang lebih baik. Sebab, era dimana ide kapitalisme menguasai dunia saat ini, hampir semua aktifitas harus menggunakan uang.
Dengan uang lebih banyak, lebih banyak pula hal yang bisa Anda lakukan. Lebih banyak kenikmatan dunia yang bisa Anda beli dan lebih banyak pula yang bisa Anda berikan kepada orang lain. Lebih bebas juga untuk melakukan kegiatan spiritual yang memerlukan dana.
Insan SuksesMulia, itu tadi tentang uang, lalu bagaimana dengan amal kebaikan?
Sesungguhnya amal kebaikan pun sama seperti uang. Saldonya bisa bertambah dan juga bisa berkurang. Amal kebaikan yang banyak, kelak bisa mengantarkan Anda pada balasan terindah dari Yang Maha Kuasa. Selama hidup di dunia pun, amal kebaikan Anda bisa menjadi pelumas yang memudahkan segala urusan dan tujuan Anda. Sedangkan dengan amal kebaikan yang sedikit menjadikan semua urusan dan tujuan hidup kian terasa sulit dan berat untuk diraih.
Maka, jika demikian, bagaimanakah perlakuan kita terhadap amal kebaikan? Apakah kekhawatiran kita  mampu menyamai kekhawatiran akan uang? Ketika uang kita sedikit, ketika begitu khawatir, berhati-hati dan berupaya meningkatkan saldo uang yang kita miliki, apakah dengan amal kebaikan pun sama? Sudahkah kita begitu khawatir bahwa amal kebaikan kita masih sedikit, sehingga kita pun berhati-hati dan berupaya agar amal kebaikan kita bisa semakin bertambah setiap harinya?
Mari kita renungkan sejenak.  Seberapa besar amal kebaikan kita saat ini? Apakah amal kebaikan kita sudah cukup untuk menjadi bekal bagi kehidupan nanti? Sudah cukupkah amal kebaikan itu untuk membeli tempat yang paling nyaman di kehidupan nanti? Kira-kira dengan amal kebaikan kita saat ini, dimana dan pada tingkatan seperti apa kita pantas bermukim di kehidupan setelah mati?
Ya Allah, betapa malunya aku kepada-Mu. Rasanya amal kebaikanku saat ini belum cukup untuk kutukar dengan tempat dan suasana yang aku impikan di kehidupan nanti. Sejujurnya, Aku malu!

Sedikit = banyak ?

Ada satu kebiasaan yang saya yakin bermanfaat untuk Kita.

Setiap bulan, saya akan meninjau kegiatan dan jadwal
mingguan serta bulanan. Untuk masing-masing kegiatan,
ia harus lolos seleksi melalui filter sebelum ditempatkan
kembali ke dalam kalender jadwal.

Filter ini bukan sesuatu yang rumit. Malahan sangat
mudah. Hanya terdiri dari satu pertanyaan:

"Apakah kegiatan ini bisa dihilangkan?"

Benar. Karena kesibukan sehari-hari, semua orang selalu
menambah tugas dan aktivitas ke dalam jadwal mereka. Namun
tidak pernah menghilangkannya.

Tak heran jika mereka menjadi sibuk tak menentu.

Tak heran waktu pribadi mereka semakin berkurang.

Sudah menjadi kebiasaan kita pula untuk selalu
mempertimbangkan permintaan dari teman, keluarga atau
rekan kerja.

Mungkin Kita sering melihat hal-hal baru dan ingin
mencobanya?

Mungkin kehidupan sosial Kita dipenuhi terlalu banyak
acara?

Tanpa pengendalian, semuanya akan menjadi tumpukan
kekacauan yang menyita perhatian dan waktu Kita. Tanpa
disadari, banyak orang terjebak dan akhirnya tidak
menyelesaikan hal-hal yang lebih penting dalam hidup.

Tidak ada gunanya menyesal. Apa yang sudah lewat, telah
berlalu.

Tapi Kita bisa menambah kebiasaan untuk "menyederhanakan"
hidup.

Dewasa ini, untuk setiap kegiatan yang ingin saya
jalankan, saya akan membuang kegiatan usang lain yang
kurang bermakna.

Untuk setiap hal yang ingin saya perhatikan dengan serius,
harus ada yang dikorbankan.

Jika tidak ada yang bisa ditiadakan, kegiatan baru tersebut
harus diabaikan.

Alhasil, daftar jadwal saya dipenuhi kegiatan dalam
prioritas tertinggi.

Kebiasaan baru ini membuat kegiatan yang ada lebih
berarti. Ia "memaksa" Kita mendaftar ulang prioritas
secara berkala.

Ingatlah, tidak peduli apa yang Kita lakukan, tidak ada
yang mampu mengiyakan semua yang ada dalam hidup.

Prioritas adalah kunci kebahagiaan.

Sedikit sering kali berarti banyak.

Cobalah, saya yakin Kita akan menyukainya. :-)

Awal yang Baru

"Kita tidak bisa mengubah lokasi Kita saat ini, tapi kita
bisa mengubah arah dalam sekejap."

Coba baca kutipan di atas sekali lagi karena sangat
penting.

Banyak orang menyesali hidup mereka.

Seandainya saya sedikit lebih cerdas...

Seandainya saya keturunan orang kaya...

Seandainya saya bisa berbahasa Jepang...

Dan ribuan perandaian yang lain. Saya yakin kita semua mengenal
beberapa orang seperti itu.

Mereka tidak sabar. Mereka menginginkan hasil secepat
mungkin.

Anehnya, orang yang sama tidak mengerti makna waktu. Mereka
membuang-buang waktu. Mereka menolak berbuat apa-apa.

Padahal... semakin lama mereka terbuai dalam fantasi,
semakin lama pula mereka harus menunggu sebelum menikmati
tujuan yang mereka idam-idamkan.

Tidak ada orang yang bisa mengubah kondisi saat ini. Kita
tidak bisa mengubah lokasi Kita saat ini. Jika Kitasedang
berada di Jakarta, Kita tidak bisa sampai ke Bandung dalam
satu detik.

Namun, Kita bisa mengubah arah kapan pun...

Cari jalan tol terdekat. Putar balik motor. Naik ke bus
dengan tujuan yang benar.

Lalu dalam sekitar 2 jam, Anda akan tiba di Bandung.

Ingatlah, tidak peduli bagaimana posisi Kita, tidak ada
yang bisa mengubahnya dalam sesaat. Tapi Kita selalu bisa
mengubah arah dan bergerak lebih dekat ke tujuan Kita
dalam sekejap.

Banyak orang menunggu tahun baru untuk menentukan arah
hidup. Tidak ada aturan yang mengharuskan Kita berbuat
demikian.

Kita selalu bisa memiliki permulaan yang baru.

Mulailah sekarang juga. Makin cepat, makin baik.

Hargai Setiap Kesempatan

Pepatah negeri Cina mengatakan, "Cintailah apa yang Anda
kerjakan, dan Anda tidak pernah harus bekerja sehari pun
seumur hidup Anda."

Nasihat yang bagus, namun tidak sepenuhnya benar. Tidak
untuk setiap orang.

Bagaimana dengan seseorang yang kurang beruntung dan
terpaksa harus bekerja apa pun agar dapur tetap mengepul?

Adakah jalan menuju sukses bagi orang-orang yang berada
dalam posisi seperti itu? Apakah strategi sukses bagi
orang yang memulai dari nol, bahkan negatif?

Kuncinya terletak pada topik hari ini, yaitu: "Hargailah
setiap kesempatan."

Kita mungkin tidak bisa memilih saat ini. Kita tidak
mencintai apa yang Kita kerjakan, tapi tidak banyak yang
bisa Kita perbuat.

Tapi bagaimanapun, bukan berarti Kita harus
menyerah. Alih-alih berpikir Kita terperangkap di dalam
situasi ini, hargailah kesempatan yang Kita miliki
sekarang.

Kesempatan membangun hidup, masa depan, kesehatan,
kesuksesan dan kesejahteraan. Anda tidak suka mengetuk
pintu? Setidaknya cintailah kesempatan yang ada di balik
pintu itu.

Seseorang pernah bertanya, "Pekerjaan saya memasukkan
lembaran demi lembaran data ke komputer. Benarkah saya
harus menyukainya?"

Tidak. Namun jika ini kesempatan pertama Kita untuk mendaki
tangga kesuksesan, Kita akan bilang, "Saya senang seseorang
memberikan saya kesempatan ini. Saya akan mengerjakannya
dengan baik dan sepenuh hati. Ini hanya batu loncatan dan
saya tidak akan lama di sini."

Kenyataannya, dalam kehidupan setiap orang... peluang
datang silih berganti. Jika Kita melihat posisi Kita hanya
sebagai salah satu titik dalam deretan kesempatan yang ada,
Kita akan mulai menumbuhkan kepercayaan diri.

Kita akan beralih dari seorang yang skeptis menjadi yakin
dan percaya.

Setiap interaksi yang Kita lakukan bisa membuka peluang
yang tak terkirakan sebelumnya. Tak terbatas apa yang akan
terjadi di masa yang akan datang. Mungkin Kita akan bertemu
pasangan hidup. Mungkin seorang teman baik. Mungkin seorang
rekan usaha untuk tahun-tahun berikutnya.

Masalahnya, banyak orang yang tidak siap ketika kesempatan
berikutnya datang.

Banyak yang bahkan tidak bergeming saat peluang itu datang 
mengetuk pintu mereka.

Apakah Kita sudah mempersiapkan diri dengan baik dan
bergerak begitu kesempatan itu muncul?

Pemberani yang Penakut

Ini kedengarannya berlawanan, tapi ada banyak pemberani
yang penakut di sekitar kita.

Pemberani itu bisa muncul dalam wujud yang berbeda-beda.

Mungkin dalam seorang berbadan tegap, atletis dan
kelihatannya berani menghadapi tantangan fisik apa pun...

Atau dalam seorang berjiwa petualang yang menjelajah hutan,
mendaki bukit dan gunung tertinggi...

Atau bahkan seorang berpendidikan tinggi yang seolah-olah
mengetahui semuanya...

Semua individu di atas, dan banyak lagi, tampil seperti
pemberani. Tapi tak jarang mereka juga seorang penakut.

Banyak dari mereka yang mengeluh tidak adanya kesempatan
besar yang datang.

Pekerjaan yang membosankan. Keadaan ekonomi yang
sulit. Cobaan yang datang silih berganti. Bencana alam
semakin sering terjadi. Pasangan yang tak berusaha
mengerti. Biaya kebutuhan anak-anak yang meningkat...

...dan banyak lagi.

Alih-alih melakukan sesuatu tentangnya, mereka mengeluh.

Alih-alih mencari solusi, mereka meratapi nasib.

Alih-alih mengambil tanggung jawab, mereka menyalahkan
orang lain dan keadaan di sekitar.

Alih-alih membekali diri dengan pengetahuan, mereka
berasumsi telah mengetahui semuanya.

Alih-alih mencari cara memotivasi diri, mereka duduk
bermalas-malasan. (Bahkan hanya untuk membaca email
motivasi ini.)

Alih-alih melihat kesempatan sekecil apa pun dan
memanfaatkannya, mereka mencari alasan mengapa itu bukan
peluang yang baik.

Banyak orang yang menganggap dunia ini berhutang
padanya. Mereka berpikir sukses harus datang kepada mereka
tanpa berusaha.

Sesungguhnya, mereka adalah sosok penakut. Kekuatan
sesungguhnya tidak diukur berdasarkan besar fisik, tapi
merupakan sesuatu yang tak kasat mata... yang hanya bisa
diukur dari tindakan.

Berita baiknya, dengan alasan yang sama... hanya dengan
bertindak, Anda bisa memisahkan diri dari 80-90 persen
orang yang menolak melakukannya.

Ingatlah, penakut lebih memilih berdiam
diri. Peluang-peluang hidup terbesar melintas dan
meninggalkan mereka.

Pemberani yang sesungguhnya selalu mengambil setiap
kesempatan yang ada untuk bergerak mendekati impian mereka.

Pertanyaan inspirasi untuk hari ini: apa yang Anda lakukan
untuk menggapai tujuan hidup Anda? Apakah Anda bergerak
mendekati atau menjauhinya?

50 Kebiasaan Orang Sukses




Sukses bermula dari mental. Anda bisa saja miskin namun jika Anda yakin bahwa Anda bisa sukses, maka itulah yang akan Anda raih. Demikian juga sebaliknya, jika seseorang terlahir kaya, namun tidak memiliki mental sukses, maka kelak ia pun bisa jatuh melarat.

Tak peduli apa pun yang menjadi profesi kerja Anda sekarang, apakah karyawan rendahan atau bos sekalipun, Anda bisa meraih sukses dengan mengembangkan 50 kebiasaan sukses ini. Namun, ingat juga bahwa ukuran kesuksesan bukanlah uang, melainkan mental puas itu sendiri.

1.Carilah dan temukan kesempatan di mana orang lain saat orang lain gagal menemukannya.

2.Orang sukses melihat masalah sebagai bahan pembelajaran an bukannya kesulitan belaka.

3.Fokus pada solusi, bukan berkubang pada masalah yang ada.


4.Menciptakan jalan suksesnya sendiri dengan pemikiran dan inovasi yang ada.


5.Orang sukses bisa merasa takut, namun mereka kemudian mengendalikan dan mengatasinya.


6.Mereka mengajukan pertanyaan yang tepat, sehingga menegaskan kualitas pikiran dan emosional yang positif.


7.Mereka jarang mengeluh.


8.Mereka tidak menyalahkan orang lain, namun mengambil tanggung jawab atas tindakan mereka.


9.Mereka selalu menemukan cara untuk mengembangkan potensi mereka dan menggunakannya dengan efektif.


10.Mereka sibuk, produktif, dan proaktif, bukan luntang-lantung.


11.Mereka mau menyesuaikan diri dengan sifat dan pemikiran orang lain.


12.Mereka memiliki ambisi atau semangat.


13.Tahu benar apa yang diinginkan.


14.Mereka inovatif dan bukan plagiat.


15.Mereka tidak menunda-nunda apa yang ada.


16.Mereka memiliki prinsip bahwa hidup adalah proses belajar yang tiada henti.


17.Mereka tidak menganggap diri sempurna sehingga sudi belajar dari orang lain.


18.Mereka melakukan apa yang seharusnya, bukan apa yang mereka mau lakukan.


19.Mereka mau mengambil resiko, tapi bukan nekat.


20.Mereka menghadapi dan menyelesaikan masalah dengan segera.


21.Mereka tidak menunggu datangnya keberuntungan, atau kesempatan. Merekalah yang menciptakannya.


22.Mereka bertindak bahkan sebelum disuruh/ diminta.


23.Mereka mampu mengendalikan emosi dan bersikap profesional.


24.Mereka adalah komunikator yang handal.


25.Mereka mempunyai rencana dan berusaha membuatnya menjadi kenyataan.


26.Mereka menjadi luar biasa karena mereka memilih untuk itu.


27.Mereka berhasil melalui masa-masa berat yang biasanya membuat orang lain menyerah.


28.Mereka tahu apa yang penting bagi mereka dan melakukan yang terbaik yang mereka bisa.


29.Mereka memiliki keseimbangan. Mereka tahu bahwa uang hanya alat, bukan segalanya.


30.Mereka paham betul pentingnya disiplin dan pengendalian diri.


31.Mereka merasa aman karena mereka tahu mereka berharga.


32.Mereka juga murah hati dan baik hati.


33.Mereka mau mengakui kesalahan dan tidak segan untuk minta maaf.


34.Mereka mau beradaptasi dengan perubahan.


35.Mereka menjaga kesehatan dan performa tubuh.


36.Mereka rajin.


37.Ulet


38.Mereka terbuka dan mau menerima masukan dari orang lain.


39.Mereka tetap bahagia saat menghadapi pasang surut kehidupan.


40.Mereka tidak bergaul dengan orang-orang yang salah/ merusak.


41.Mereka tidak membuang waktu dan energi emosional untuk sesuatu yang di luar kendali mereka.


42.Mereka nyaman bekerja di tempat yang ada.


43.Mereka memasang standar yang tinggi bagi diri sendiri.


44.Mereka tidak mempertanyakan mengapa mereka gagal namun memetik pelajaran dari itu semua.


45.Mereka tahu bagaimana harus rileks, menikmati apa yang ada, dan mampu bersenang-senang dalam kecerobohan sekalipun.


46.Karir mereka bukanlah siapa mereka, itu hanyalah pekerjaan.


47.Mereka lebih tertarik pada apa yang efektif ketimbang pada apa yang mudah.


48.Mereka menyelesaikan apa yang telah mereka mulai.


49.Mereka menyadari bahwa mereka bukan hanya makhluk hidup belaka, namun juga makhluk rohani.


50.Mereka melakukan pada yang mereka katakan.


Jadi, apakah ada beberapa kebiasaan yang sudah menjadi bagian dari hidup Anda saat ini?! Jika ada, kembangkan itu, dan tambahkan peluang sukses Anda dengan melakukan yang lain.

Ingat, sukses bukanlah milik orang yang tidak pernah gagal, melainkan milik orang yang tidak pernah menyerah