DUNIA ANAK, BUKAN DUNIA DEWASA
Ketekunan Adalah Kekuatanmu
Apa yang kamu raih sekarang adalah hasil dari usaha – usaha kecil yang kamu lakukan terus – menerus. Keberhasilan bukan sesuatu yang turun begitu saja. Bia kita yakin pada tujuan dan jalan kita, maka kita harus memliki ketekunan untuk tetap berusaha.
Bayarlah Sewa Anda Di Bumi
Coba ibaratkan hidup di dunia seperti kost atau menginap di hotel, berapa yang seharusnya sudah kita bayar kepada-Nya sebagai pemilik tempat kita tinggal? Belum lagi jika ditambah fasilitas udara gratis, air hujan, pemandangan alami berupa langit dan bintang gemintang di langit.
Saya Seorang Remaja
Remaja menurut banyak orang merupakan masa yang paling indah. Namun dibalik keindahan masa remaja terdapat suatu kekhawatiran yang luar biasa. Karena masa remaja merupakan masa peralihan menuju masa kematangan, dari masa kanak-kanak menuju masa dewasa.
7 Cara Atasi Rasa Malu
Sifat pemalu biasanya membuat seseorang kehilangan kesempatan, kurang mendapat kesenangan dan terkucil dari hubungan sosial. Sifat pemalu dapat membawa banyak kerugian.
Ilmu Tentang Cinta
Tulisan ini terinspirasi dari kesadaran saya akan setiap maha karya kreatifitas manusia di dunia, dari mulai lagu, mitos dan dongeng, hingga berbagai kreasi lukisan, pahatan serta arsitektur.
DUNIA ANAK, BUKAN DUNIA DEWASA
DUNIA ANAK, BUKAN DUNIA DEWASA
Merah Hati
Aku Merindukanmu
Ku tatap sayu untaian rindu
Gelora jiwa meruntun hiba
Ingin aku melihatmu malam ini
Sulaman kasih bertaut sayang
Gersang hatiku di danau kesepian
Senda guraumu melarik ingatan
Beradu dimahligai impian
Hapuskan sepiku dititian cintamu
Agar kuntuman rinduku
Bisa mengukir jambangan cintaku
Untuk kupersembahkan buatmu sayang
Kalimah syahdu ku dendangkan
Lantaran ku titipkan
Hembusan rindu diangin lalu
Mengertilah dan dengarkan bisikan hatiku
Aku merindukanmu
Penantian ini
Dan senjapun mulai berganti malam
Aku disini masih berteman sepi
Langit menjadi biru kelabu
Tak ada setitik cahaya
Yang menerangi disini
Begitu senyap dan sepi jiwaku
Seakan dunia tak bercahaya lagi
Semua seakan mati
Gersang.................
Tandus...............
Kesing ....................
Hampa...............
Aku yang haus cahaya
Dalam jiwa ini
Dan tak tahu lagi
Tak tahu sampai kapan
Cahaya itu datang kembali
Menghampiri jiwa ini
Aku masih disini
Di penantian ini
Disudut gelap ruang hatimu
kau Milikku
Kita tertanya-tanya siapa diri kita sebenarnya,
Aku ingin tahu apa yang kau lihat tentang diriku,
Adakah hanya luaran atau sesuatu dari dalam diriku.
Usaplah jari-jemarimu pada rambutku,
Tunjukkan padaku bahawa kau benar-benar peduli,
Hari demi hari, dan selamanya,
Ketika aku dan kau tidak mempunyai ketakutan.
Saat kau katakan kau mencintaiku,
Saat itulah aku memberikan kunci,
Untuk hati, jiwa dan fikiranku,
Aku senang untuk tahu bahwa kau milikku.
Di Do'aku Ada Namamu
Aku
Kamu adalah Kamu
Dia adalah Dia
Aku dan Kamu berbeda
Kamu dan Dia juga berbeda
Aku dan Dia??
......
...."Apalagi"..
Jadi
Aku ...........
Kamu ................
Dia........................
Jelas Berbeda
Maka
Jangan pernah samakan aku dengan siapapun
Karena AKu punya Jati Diriku sendiri
Aku dan Tulisanku
tak pernah menulis satu kata?
Adakah orang akan mencari namaku ketika aku
tak pernah meninggalkan kesan?
tulisanku adalah diriku, diriku mustahil adalah tulisanku
jari-jariku bekerja dengan otakku
tapi tidak dengan diriku
diriku adalah kumpulan prilaku potensi dosa
diriku adalah susunan tulang daging darah
yang mungkin telah menyerap barang haram
diriku bukan milikku, lingkunganku telah mengklaimnya
Adakah orang pernah menerima aku berbeda dengan tulisanku?
Berjayalah kalimat-kalimat yang kutulis
sebab mereka mendapat teman dan musuh yang menghormati
ingin aku memasukkan diriku ke dalam tulisanku
harap aku bisa mendapat sapaan hormat yang sama
Tulisanku adalah produksi otakku yang bersahaja
tak dapat bercengkrama dengan prilakuku yang
diproduksi oleh niatku yang subjektif
tulisanku memberi tahu tentang aku ke dunia
sementara aku tak pernah berbuat yang sama
kepada tulisanku....
Kepergianmu
kuusapkan telapak tanganku ke wajahmu yang pucat
terlihat ketakutan kehilangan akan nafasmu
nafasmu yang mengalir dalam nafasku
Kubelai rambutmu dengan kelembutan angin malam
terasa getaran menyatu diujung jari-jari
tak kuasa menahan gejolak kasih
limpahan nuansa kejora malam yang tak bertepi
Tak akan kutinggalkan hatimu yang manangis pilu
telah terpatri janji pada kedalaman nurani
akan ikut menyatu kegalauan kasih dalam derita
meski kekuatan malam hendak meragas






